Baca Yaasiin 3x di Malam Nisfu Sya'ban

Baca Yaasiin 3x di Malam Nisfu Sya'ban

Baca Yaasiin 3x di Malam Nisfu Sya'ban

Pada malam Nisfu Syaban setelah magrib, kita di anjurkan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Adapun setiap surat Yasin dibaca dengan niat berbeda-beda. 

Dalam kitab Mujribat oleh Ad-Dairaby, ketiga niat untuk membaca surat Yasin pada malam Nisfu Syaban adalah:

*Surat Yasin pertama dibaca dalam rangka memohon panjang umur dan ketakwaan. Di samping itu, juga memohon keistiqomahan kepada Allah SWT.

*Surat Yasin kedua dibaca memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah lahir batin.

*Surat Yasin ketiga dibaca untuk memohon kaya hati dan tidak mudah meminta-minta kepada selain Allah. Di samping itu, juga meminta agar ditetapkan iman Islam sampai akhir hayat.

Setiap selesai membaca surat Yasin, dilanjut dengan doa berikut ini :

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."

Syaikh Muhammad bin Darwisy menerangkan:

وَأَمَّا قِرَاءَةُ سُوْرَةِ يَس لَيْلَتَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَالدُّعَاءِ الْمَشْهُورِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضٍ أَهْلِ الصَّلَاحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ الْبُوْنِى وَلَا بَأْسَ بِمِثْلِ ذَلِكَ

Artinya: "Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya'ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk." (Asna al-Mathalib, 234) 

Sumber FB : Lentera Sufi

_________________

Baca Yaasiin 3x di Malam Nisfu Sya'ban

Dalam beberapa hadits yang shahih dan hasan yang jumlahnya cukup banyak dan juga perkataan beberapa ulama' salaf dinyatakan bahwa malam nishfu Sya'ban adalah malam mustajab dalam do'a. Karena itu, sebagian umat Islam menghidupkan malam nishfu Sya'ban dengan munajat doa dan tawassul, diantaranya membaca surat Yasin tiga kali dengan niat sebagai wasilah agar diberikan panjang umur penuh kebaikan, rizki yang luas dan jauh dari penyakit dan marabahaya, dan kaya hati serta husnul khotimah. Walaupun memiliki dalil secara khusus, tapi hal itu masuk bagian dari tawassul dengan amal shalih yang disepakati boleh oleh ulama'. Apalagi Rasulullah ï·º tidak menentukan doa tertentu atau melarang doa tertentu sehingga urusannya menjadi longgar. 

Adapun menghidupkan malam nishfu Sya'ban dengan dzikir dan doa berjama'ah di masjid atau musholla sebagaimana tradisi masyarakat Nusantara, maka ulama' salaf berbeda pendapat. Sebagian mengatakan sunnah, bukan bid'ah dan sebagian lagi mengatakan makruh.

“Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antara sesama umat Islam)”. (HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daraquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu’ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389. Peneliti hadis Al Haitsami menilai para perawi hadis ini sebagai orang-orang yang terpercaya. Majma’ Al Zawaid 3/395)

Ulama Wahabi, Nashiruddin al-Albani yang biasanya menilai lemah (dlaif) atau palsu (maudlu’) terhadap amaliyah yang tidak sesuai dengan ajaran mereka, kali ini ia tidak mampu menilai dhaif hadis tentang Nishfu Sya’ban, bahkan ia berkata tentang riwayat diatas: “Hadis ini sahih” (Baca as-Silsilat ash-Shahihah 4/86)

Sumber FB Ustadz : Hidayat Nur

Beruntung Orang Yang Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban

Beruntung Orang Yang Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban

Beruntung Orang Yang Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban

Imam Al-Ghazali dalam kitab "Ihya' 'Ulumiddin", menjelaskan:

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan menyibukkan hamba yang dicintaiNya pada waktu-waktu yang mulia dengan amal-amal yang mulia. Namun, apabila Dia murka kepadanya, maka Dia akan membiarkan -hamba itu- pada waktu-waktu yang mulia dengan amal-amal yang buruk, agar itu menjadi lebih pedih bagi si hamba dalam menghadapi siksa-Nya dan lebih keras dalam murka-Nya, karena hamba itu telah terhalang mendapatkan keberkahan waktu dan menodai kemuliaan waktu yang memiliki kemuliaan.”

Sumber FB Ustadz : Alnofiandri Dinar

Info Setelahnya Info Sebelumnya