Hadits Palsu Seputar Maulid Nabi
Hadis Palsu Seputar Maulid Nabi
Maulid Nabi, tidak hanya segi keabsahannya yang mendapat sorotan dengan tuduhan bidah, tapi juga ditambah dengan bahan ceramah para pengamal Maulid yang kurang selektif dalam mengambil dalil. Setidaknya ada 2 riwayat yang paling keras mendapat kritikan:
1. Hadis Mengagungkan Kelahiran Nabi
Para ulama ahli hadis yang memfatwakan Maulid Nabi, seperti Al-Hafidz Ibnu Hajar, Al-Hafidz As-Suyuthi, Al-Hafidz As-Sakhawi hingga ulama Kontemporer seperti Sayid Muhammad Al-Maliki, Maulana Syekh Ali Jumah dan lainnya, tidak ada satupun yang berhujah dengan riwayat berikut:
منعظم مولديكنت Ø´ÙÂيعا له يوم القيامة
"Barangsiapa yang mengagungkan hari kelahiranku maka aku akan memberi syafaat untuknya di hari kiamat"
Terkait dengan status riwayat ini, Syekh Ismail Al-Yamani menulis di dalam kitabnya Fatawa Haramain:
ï»Âﻣﺎ ﺫﻛﺮﺗﻢ ﻣﻦ ïºÂﻟﺤﺪﻳﺚ ïºÂﻟﺬﻱ ﺃï»ÂïºÂﺩﻩ ïºÂﻟﻌﻼﻣﺆïºÂﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ï»§ï»®ï»Âï»± ïºÂﻟﺠﺎï»Âï»± ïºÂﺣﻤﻪ ïºÂﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ï»Âﺃﻣﺪﻧﺎ ﻣﻦ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﻟﻪ ﺃﺻﻞ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﺼﻨﻮﻉ ï»Âﻣﺨﺎﻳﻞ ïºÂﻟﻮﺿﻊﻋﻠﻴﻪ ﻻﺋﺤïºâ€. ï»Âﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺠﺃﻠﻗﺮﻳﺠﻣﻨﻪ ï»Âﻟﻮ ﺑﺄﻗﻞ ﺩïºÂﺟﺎﺕ ïºÂﻟﺮï»ÂïºÂﻳﺆï»ÂïºÂﻟﻘﺒﻮﻠﻟﻜﺎﻥ ﻣﺴﺘﻨﺪﺠﻟﺮﻓﻊïºÂﻟﻨﺰïºÂﻉ ï»Âﻣﻀﻌï»â€Ã¯ÂºÅ½ ﻟﺪﻋﻮﻯ ïºÂﻟﺨﺼﻢ ï»Âﻟﻜﺎﻥ ïºÂﻷﺋﻤﺆﻣﻦ ïºÂﻟﺤï»â€Ã¯ÂºÅ½Ã¯Â»â€¦ ï»Âï»Âﻴﺮﻫﻢ ﻳﺬﻛﺮï»Âﻧﻪ ﻓﻰ ﻣﻨﺎﻇﺮﺗﻬﻢ ï»ÂﻣﺪïºÂﻓﻌﺘﻬﻢ ï»Âﻟﻢ ﻳﻘﻊﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ. ï»Âﻳﻌﺘﺬﺠﻋﻦ ïºÂﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ï»§ï»®ï»Âﻯ ïºÂﻟﺠﺎï»Âﻯ ﺑﺄﻧﻪ ï»›ï»Âﻴﺮﻩ ﻣﻦ ïºÂﻟï»â€Ã¯Â»ËœÃ¯Â»Â¬Ã¯ÂºÅ½Ã¯Âºâ‚¬ ﻳﺘﺴﺎﻫﻠﻮﻥ ﻓﻰ ïºÂﻟﺮï»ÂïºÂﻳﺆﻳﻜﻮﻥ ﺟﻞ ï»Âﺮﺿﻬﻢ ï»Âﻣﻌﻈﻢ ﻗﺼﺪﻫﻢ ïºÂﺛﺒﺎﺕ ïºÂﻟﻤﻌﻨﻰ. ï»Âﺫﻟﻚ ﻷﻥ ïºÂﻟﻤﻌﻨﻰ ﺻﺤﻴﺢ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻢ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﻣﻘﺪﻣﺆïºÂﻟﺠﻮïºÂﺠﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺪﺳﻮﺳﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻰ ﻛﺘﺒﻪ ﺃﻠﻳﻜﻮﻥ ï»Âﻗﻊﻷﺣﺪ ïºÂﻟﻌﺎïºÂﻓﻴﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺑﻄﺮﻳﻖ ïºÂﻟﺮﺅﻳﺎ ïºÂﻟﻤﻨﺎﻣﻴﺆï»Âﻟﻜﻦ ﻣﺎ ﺛﺒﺖ ﺑﺬﻟﻚ ï»» ﻳﺼﻠﺢ ﻟﻺﺳﺘﺪﻻï»Â
"Hadis yang kalian sebutkan disampaikan oleh ulama yang sangat alim, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, semoga Allah memberi rahmat kepadanya dan menganugerahkan berkahnya untuk kita, tidak ada dasarnya bahkan hadis palsu. Tanda-tanda kepalsuannya cukup terlihat. Andaikan saja ada hadis tentang Maulid Nabi yang seperti ini atau mendekati dengan derajat riwayat yang bisa diterima maka akan dijadikan pegangan untuk menghilangkan perbedaan pendapat dan bisa melemahkan lawan. Dan sungguh para imam ahli hadis dan lainnya akan menggunakan hadis tersebut. Syekh Nawawi dan ulama fikih lainnya dapat ditolerir dengan mudah menerima riwayat. Tujuannya adalah keabsahan makna. Boleh jadi karena kitabnya diselipkan oleh pihak lain atau menerima riwayat melalui mimpi. Akan tetapi riwayat ini tidak bisa dijadikan dalil"
Sumber: https://www.piss-ktb.com/2015/03/3962-derajat-hadits-seputar-maulid-nabi.html
Terimakasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.
2. Hadis "Laulaka Ya Muhammad"
Hadis yang sudah popular di masyarakat “Laulaka laulaka maa khalaqtu al-Aflakâ€Â, memang belum dijumpai teks hadisnya dan jalur riwayatnya. Tapi bukan berarti salah dalam kandungan maknanya. Sebab kita menemukan pendapat ulama dan sumber hadisnya, meskipun hadisnya diperselisihkan antara para ahli hadis.Ulama ahli hadis, Syekh Al-Laknawi, menjelaskan:
قال عليالقاريÙÂيتذكرة الموضوعات ØÂديث لولاك لما خلقت الأÙÂلاك قال العسقلانيموضوع كذا ÙÂيالخلاصة لكنمعناه صØÂيؠÙÂقد روى الديلميعنابنعباس مرÙÂوعا أتانيجبريل ÙÂقال قال الله يا Ù…ØÂمد لولاك ما خلقت الجنة ولولاك ما خلقت النار انتهى
hadis “Laulaka laulaka maa khalaqtu al-Aflakâ€Â, menurut Ali Al-Qari dalam Tadzkirah Al-Maudhuat berdasarkan penilaian Al-Hafidz Ibnu Hajar adalah hadis palsu. Tetapi secara makna hadis adalah sahih. Sebab ad-Dailami meriwayatkan secara Marfu’ bahwa Jibril datang kepadaku dan ia berkata: “Wahai Muhammad. Kalau bukan karena engkau, Aku tidak menciptakan surga. Kalau bukan karena engkau, Aku tidak menciptakan neraka.†(Al-Atsar Al-Marfu’ah fil Akhbar Al-Maudhuah 1/44)
Meskipun Syekh Ibnu Taimiyah tidak mengakui keberadaan hadis di atas tetapi membenarkan dari sisi makna, dengan memberi penafsiran Qiyas Aulawi:
ومØÂمد سيد ولد آدم وأÙÂضل الخلق وأكرمهم عليه ومنهنا قال منقال : إنالله خلق منأجله العالم أو أنه لولاه لما خلق عرشاً ولا كرسياً ولا سماء ولا أرضاً ولا شمساً ولا قمراً ØŒ لكنليس هذا ØÂديثاً عنالنبيلا صØÂÙŠØÂاً ولا ضعيÙÂاً ØŒ ولم ينقله Ø£ØÂد منأهل العلم بالØÂديث عنالنبيبل ولا يعر٠عنالصØÂابة بل هو كلام لا يدرى قائله ØŒ ويمكنأنيÙÂسر بوجه صØÂيؠكقوله تعالى سَخَّرَ Ù„ÙŽÙƒÙÂÙ… مَّا ÙÂÙÂيالسَّمَاوَات٠وَمَا ÙÂÙÂيالْأَرْض٠… بل يقتضيإذا كانأÙÂضل صالØÂيبنيآدم Ù…ØÂمد ØŒ وكانت خلقته غاية مطلوبة ÙˆØÂكمة بالغة مقصودة منغيره صار تمام الخلق ونهاية الكمال ØÂصل بمØÂمد صلى الله عليه وسلم
"Muhammad adalah pemimin anak Adam, makhluk paling utama dan paling mulia. Dari sini ada yang mengatakan “Allah menciptakan Alam ini karena Muhammadâ€Â, atau “Kalau bukan karena Muhammad maka Allah tidak menciptakan Arsy, Kursi, langit, bumi, matahari dan bulanâ€Â. Namun ini bukan hadis, baik sahih atau dhaif, juga tidak disampaikan oleh seorang pun dari ahli hadis, bahkan juga bukan dari sahabat, bahkan tidak diketahui siapa yang mengatakan. Namun boleh jadi ditafsirkan dengan cara yang benar, seperti firman Allah: “Kami tundukkan untuk kalian apa yang di langit dan di bumiâ€Â... Bahkan akan mengarahkan jika Muhammad adalah makhluk paling utama di antara Bani Adam yang saleh, serta penciptaan Muhammad adalah puncak yang diinginkan serta hikmah sempurna yang menjadi tujuan dibanding selain Muhammad, maka kesempurnaan penciptaan dan puncak kesempurnaan adalah dengan Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam (Majmu’ Fatawa, 11/96)
Untuk Hadis Qudsi kedua di atas masih ditemukan jalur riwayat dan ada dari ahli hadis yang menerimanya meskipun sebagian lain menilai sebagai hadis palsu;
عنابنعباس رضيالله عنهما قال: أوØÂÙ‰ الله تعالى إلى عيسى: " آمنبمØÂمد صلى الله عليه وسلم وأمر أمتك أنيؤمنوا به، ÙÂلولا Ù…ØÂمد ما خلقت آدم ولا الجنة ولا النار، ولقد خلقت العرش على الماء ÙÂاضطرب ÙÂكتبت عليه لا إله إلا الله Ù…ØÂمد رسول الله ÙÂسكن".
Ibnu Abbas berkata bahwa Allah memberi wahyu kepada Isa: “Imanlah kepada Muhammad. Perintahkan umatmu agar beriman kepada Muhammad. Jika bukan karena Muhammad maka tidak Aku ciptakan Adam, juga surga dan neraka. Aku ciptakan Arsy di atas air lalu bergerak. Aku tulis di atasnya Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Arsy diamâ€Â
رواه أبو الشيخ ÙÂيطبقات الأصبهانيين، والØÂاكم وصØÂØÂه، وأقره السبكيÙÂيشÙÂاء السقام، والبلقينيÙÂÙŠÙÂتاويه قال الذهبي: ÙÂيسنده عمرو بنأوس لا يدريمنهو انتهى.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Syekh dalam Thabaqat Asbihaniyyin, Al-Hakim dan menilainya sahih, ditetapkan oleh As-Subki dalam Syifa’ Al-Asqam dan Al-Bulqini dalam Fatawinya. Adz-Dzahabi mengatakan dalam sanadnya terdapat Amr bin Aus, dia tidak diketahui (Bahkan Adz-Dzahabi menilai hadis palsu).
Untuk dalil pelaksanaan Maulid Nabi silahkan baca kitab Husnul Maqshid fi Amalil Maulid karya Al-Hafidz As-Suyuthi. Selain itu cukup membahas keteladanan kisah-kisah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin
